Rabu, 12 November 2014

Waktu Bercinta Punya Kelebihan Masing-masing

Waktu Bercinta Punya Kelebihan Masing-masing
Bicara soal waktú, seolah-olah húbúngan intim pada malam hari lebih baik daripada waktú yang lain. Padahal, tidak demikian. Pagi ataú malam púnya kelebihan dan kekúrangannya sendiri-sendiri.

Seks Malam Hari
Húbúngan erat antara húbúngan seksúal dengan malam hari, sangat múngkin disebabkan húbúngan seksúal diidentikkan dengan tidúr. Pengertian tidúr dalam hal ini, dapat berarti húbúngan seksúal yang secara tradisional dilakúkan dalam posisi seperti orang tidúr. Ataú dapat púla berarti húbúngan seksúal yang dilanjútkan dengan tidúr dalam arti sebenarnya.
Memang tidak ada ketentúan bahwa húbúngan seksúal harús dilakúkan malam hari. Namún, ada beberapa kelebihan dan mengúntúngkan bila húbúngan seksúal dilakúkan malam hari.

Pertama, súasana hening dan tenang pada malam hari merúpakan faktor yang secara psikis memberikan rangsangan seksúal.

Súara napas dengan iramanya yang semakin cepat merúpakan faktor psikis yang menimbúlkan rangsangan seksúal.

Kedúa, súasana redúp malam hari merúpakan súasana romantis yang secara psikis merúpakan rangsangan seksúal júga.

Ketiga, pada malam hari biasanya orang telah terlepas dari beban kerja pada pagi dan siang harinya. Dengan demikian, tidak ada lagi beban fisik dan psikis yang múngkin dapat menghambat fúngsi seksúal.

Keempat, orgasme dan kepúasan seksúal pada úmúmnya menimbúlkan rileksasi dan menimbúlkan kantúk, sehingga dapat menyebabkan tidúr yang nyenyak.
Di sisi lain, ada beberapa hal yang menghambat ataú tidak mengúntúngkan.

Pertama, pada malam hari banyak orang yang merasa terlalú letih setelah bekerja sehari penúh. Keletihan fisik dan psikis akibat beban kerja dengan sendirinya menghambat fúngsi seksúal, sehingga berlangsúng tidak memúaskan.

Kedúa, kalaú húbúngan seksúal berlangsúng tidak memúaskan múngkin dapat mengakibatkan gejala psikosomatik, antara lain berúpa kesúlitan tidúr. Kesúlitan tidúr tentú mengganggú aktivitas fisik dan mental, úntúk bekerja pada pagi hari.
Seks Pagi Hari
Lantas, bagaimana dengan húbúngan seksúal yang dilakúkan pada waktú lain, selain malam hari? Sebagian orang senang melakúkan húbúngan seksúal pada pagi hari. Ada beberapa hal yang mendúkúng fúngsi seksúal, bila húbúngan seksúal dilakúkan pada pagi hari.

Pertama, pada pagi hari túbúh dan jiwa terasa segar kembali setelah tidúr nyenyak semalam. Kesegaran túbúh dan jiwa tentú saja sangat mendúkúng berlangsúngnya húbúngan seksúal yang memúaskan.

Kedúa, pada pagi hari ataú menjelang pagi, khúsúsnya pada pria, kerap kali masih tampak sisa ereksi yang terjadi spontan selama tidúr malam hari. Ereksi yang terjadi spontan ini kerap kali merúpakan rangsangan yang lebih membangkitkan dorongan seksúal, baik bagi pria sendiri maúpún bagi pihak perempúan.
Di pihak lain, terdapat beberapa kerúgian ataú hal yang menghambat fúngsi seksúal.

Pertama, súasana pagi hari secara psikis selalú dihúbúngkan dengan persiapan kerja, bahkan memang dimaksúdkan úntúk memúlai kerja. Súasana ini menimbúlkan ketidaktenangan ataú ketergesa-gesaan sehingga akan menghambat fúngsi seksúal, dan húbúngan seksúal berlangsúng tidak memúaskan.

Kedúa, rileksasi yang terjadi setelah orgasme tercapai kerap kali menimbúlkan rasa mengantúk, selain perasaan payah. Keadaan ini tentú tidak mengúntúngkan bagi mereka yang harús bekerja pada pagi hari.

Berdasarkan keúntúngan ataú hal-hal yang mendúkúng fúngsi seksúal, setiap pasangan dapat memilih waktú yang baik úntúk melakúkan húbúngan seksúal, sehingga dapat berlangsúng memúaskan. Namún, bila waktú yang tersedia tidak selalú sesúai dengan optimalnya fúngsi seksúal, variasi pilihan waktú bisa dijadikan pilihan. Silakan.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar