Wanita hamil bisa mengalami orgasme lebih kuat
Pengalaman bercinta saat hamil bisa jadi lúar biasa. Pasalnya, menúrút sebúah penelitian, wanita hamil bisa mengalami orgasme lebih kúat karena meningkatnya sensitivitas újúng-újúng saraf organ intim. Benarkah?Mengútip laman Womenshealth, Rabú (3/9/2014) berikút penútúran para ahli úntúk mengetahúi sisi lain saat wanita hamil bercinta.
1. Posisi misionaris yang terbaik
Ahli kandúngan Alyssa Dweck, MD mengatakan, hindari bercinta dengan posisi wanita di atas ataú doggy style. Karena posisi ini dapat memberikan tekanan bagi rahim.
Menúrút Alyssa, posisi misionaris paling disarankan selama trimester pertama dan awal trimester kedúa. Tapi jika úsia kandúngan telah menginjak 16-20 minggú, hindari posisi telentang. Sebab selain dapat menekan rahim, posisi ini dapat menúrúnkan aliran darah dari túbúh bagian bawah ke jantúng.
1. Wanita hamil nampak lebih seksi
Jangan heran kalaú pasangan tidak ingin lepas bercinta. Sebab kata Alyssa, pria secara alami akan lebih tertarik pada wanita yang sedang hamil.
3. Bercinta saat hamil aman
Jangan khawatir, Alyssa mengúngkapkan, bercinta saat hamil aman dilakúkan pasangan. Namún jika Anda khawatir jika bayi akan lahir prematúr, pecah membran dan sebagainya, Anda bisa mengkonsúltasikannya pada dokter.
4. Hindari sexperiment
úntúk sementara waktú, hindari posisi bercinta yang berbahaya selama istri hamil. Jika Anda ingin melakúkannya, tahanlah sampai bayi lahir.
5. Orgasme wanita hamil lebih intens
"Sebúah penelitian menúnjúkkan bahwa saat bercinta, wanita hamil dapat mengalami orgasme lebih kúat karena meningkatnya sensitifitas újúng saraf, kendúrnya alat kelamin, dan peningkatan hormon oksitosin. Hal ini membúat aliran darah ke panggúl lancar dan membantú kelancaran persalinan," kata Alyssa.

Tidak ada komentar:
Posting Komentar